LONDON (Berita SuaraMedia) – Ketua perusahaan asuransi umum Inggris, RSA, John Napier menyebut Presiden AS Barack Obama anti-Inggris karena “menyerang” perusahaan minyak Inggris British Petroleum (BP).

Dalam sebuah surat terbuka, Napier mengatakan Obama sehsrusnya bertindak dengan cara yang lebih seperti seorang kepala negara.

Menurut agensi Kantor berita Sky News, serangan tersebut dilancarkan setelah Obama mengundang pemimpin BP Carl-Henric Svanberg untuk bertemu dengannya dan para pejabat senior pemerintahan lainnya di Gedung Putih pada hari Rabu minggu depan.

Napier mengatakan: “Saya baru saja mencatat kekhawatiran saya mengenai perkataan yang merebak, khususnya mengenai isu-isu personalisasi, sebuah hal yang asing bagi kami dan budaya kami.”

“Fakta bahwa hal itu dianggap sebagai retorika anti-Inggris di sini mungkin memang bukan tujuan (Obama), tapi seperti itulah yang terjadi,” tambahnya.

“Meski kita semua mengakui seriusnya keadaan di sana, harus ada keseimbangan terhadap situasi ini,” tambah Napier.

Dalam suratnya, Napier juga secara terang-terangan mempertanyakan kemampuan Obama dalam menghadapi kritikan ketika berada dalam tekanan.

Komentar tersebut dilontarkan pasca serangan sang presiden terhadap BP, khususnya terhadap sang direktur eksekutif, Tonya Hayward, pasca bencana tumpahan minyak di Teluk Meksiko.

Awal minggu ini, Obama mengatakan bahwa dirinya ingin mengetahui “siapa yang harus dihajar” terkait tumpahan minyak besar-besaran tersebut dan kemudian menyarangkan kritikan lebih lanjut mengenai cara BP dalam menangani kebocoran minyak.

Sejumlah surat kabar Inggris mengkritik Presiden AS Barack Obama pada hari Kamis  (15/6) karena retorikanya terkait tumpahan minyak BP demi mendongkrak tingkat popularitasnya.

Media-media Inggris mendesak Perdana Menteri David Cameron agar mengecam presiden AS tersebut.

Sejumlah media dan tabloid menyerang balik Obama atas ucapannya yang ditujukan pada perusahaan minyak raksasa Inggris tersebut saat kekhawatiran meningkat bahwa Obama mungkin melakukan aksi anti-Inggris terkait peristiwa bencana tumpahan minyak Teluk Meksiko.

Sejumlah surat kabar menyatakan bahwa popularitas Obama memudar, oleh karena itu dia sengaja memanfaatkan bencana lingkungan tersebut dan mencari target empuk untuk dijadikan sasaran demi pemilihan pada pertengahan November.

Nada (bicara) yang muncul dari Washington mengkhawatirkan, tulis The Times.

“(Tumpahan) minyak besar-besaran menjadi target yang menggiurkan bagi seorang presiden yang popularitasnya menukik, tulis surat kabar tersebut dalam kolom editorial.

“Obama telah melewati batasan politik konvensional populisme yang tidak bertanggung jawab. Kampanye itu mencerminkan hal buruk tentangnya.”

“Mencoba menghabisi sebuah perusahaan demi memenangkan pemilihan adalah hal yang rendah.”

Surat kabar tersebut memajang kartun yang menunjukkan Obama tengah menendang bola yang bertuliskan BP.

Harian Financial Times memasang berita dengan judul “Cameron menempuh risiko dalam mempertahankan BP.”

Sang perdana menteri “melompat” untuk membela BP. Sebuah pertanda jelas kekhawatiran Inggris mengenai retorika terkait tumpahan minyak, tulis FT.

Namun, sejumlah surat kabar lainnya menginterpretasikan kata-kata Cameron secara berbeda.

“Cameron gagal mempertahankan BP dalam pertempuran melawan Obama,” demikian isi tajuk utama halaman depat surat kabar Daily Telegraph.

Dalam editorialnya, Telegraph menyatakan Cameron harus lebih tegas terhadap Obama, yang “lebih mudah marah dalam ukuran seorang kepala negara.”

“Cameron punya tugas untuk mempertahankan kepentingan nasional Inggris dengan mendesak Obama memperhalus bahasanya yang berapi-api.”

“Cukup mengecewakan bahwa seorang politisi yang reputasinya dibangun atas kekuatan persuasi harus secepat itu menciptakan situasi sulit untuk kubu politiknya sendiri. Padahal, dia dianggap lebih baik dari itu.” Click Video (dn/nk/f24) www.suaramedia.com

Article source: http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/ekonomi/23544-serang-raksasa-minyak-obama-dapatkan-gelar-qanti-inggrisq.html