65364 57678 bbm 300 225 Bappenas: Tiru Cara India Tekan Konsumsi BBM

<!– –>

VIVAnews - Untuk menekan anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang makin membengkak, juga penggunaannya yang makin banyak, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyarankan kendaraan di masa depan menggunakan bahan bakar gas (BBG).

“Bappenas siapkan seperti itu, bagaimana penggunaan sumber energi gas. BBG untuk kendaraan pribadi dan transportasi massal, kita sedang realisasi,” kata Menteri Perencanaan Pembagunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana.

Dalam hal ini, Indonesia bisa mencontoh India. Kata Armida, konversi BBG di India direalisasikan dengan memasang catalytic converter kit di mobil — untuk mengalihkan bahan bakar antara gas dan BBM. Jika BBM mahal, maka gas yang akan dipakai.

Meski demikian, Armida menambahkan, ini harus dipikirkan secara matang. Sebab, harga satu alat itu senilai Rp10 juta hingga Rp15 juta. “Lalu skema penyediaanya, apakah akan diberikan subsidi, fasilitas infrastruktur BBG dan hal lain dalam kaitan pengembangannya,” kata dia.

Tak hanya soal konversi, salah satu penyebab lonjakan penggunaan BBM adalah kemacetan di kota-kota besar. Terkait ini, beberapa waktu lalu presiden mengundang gubernur dari 6 kota besar di Indonesia yakni, Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Makasar dan Denpasar.

Tujuannya, untuk mempercepat pembagunan infrastruktur di 6 kota tersebut dengan melakukan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Salah satunya proyek MP3EI yang digadang-gadang dapat mempercepat pertumbuhan dan perluasan perekonomian nasional.

Khusus Jakarta, proyek Metropolitan Priority Area (MPA) dinilai sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah kemacetan karena di dalam proyek ini meliputi infrastruktur, transportasi, pengembangan pelabuhan, bandar udara, pengembangan pembangkit listrik, penyediaan air bersih, dan penanganan limbah. (sj)

• VIVAnews
<!– –>

 
 
Nama

Email

Komentar

 
1e413 securimage show Bappenas: Tiru Cara India Tekan Konsumsi BBM
 
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
 

 

 
*Jika anda member Vivanews, silahkan 

atau  

Article source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/224243-bappenas--tiru-cara-india-tekan-konsumsi-bbm