d7117 85941 pertumbuhan ekonomi indonesia 300 225 Suku Bunga Tinggi, Investasi Properti Lamban

<!– –>

VIVAnews - Konsultan dan broker real estate Cushman and Wakefield menilai pertumbuhan investasi properti di Indonesia terkendala tingginya suku bunga. Hal itu membuat investor sulit meminjam uang untuk keperluan modalnya.

Menurut Executive Director Cushman and Wakefield, Handa Sulaiman, suku bunga di Indonesia lebih tinggi dibanding negara lain. Jika tahun lalu suku bunga untuk properti bisa mencapai 24 persen, sekarang sudah 11-12 persen.

“Tapi, itu masih tinggi. Sedangkan permintaan pinjaman kredit bank masih sedikit,” ujar Handa di Jakarta, Jumat 10 Juni 2011.

Handi menambahkan, industri properti membutuhkan bunga yang rendah sebagai faktor pendorong. Ketika mata uang dolar AS masih bisa digunakan investor asing di Indonesia, mereka cenderung meminjam uang dalam bentuk dolar karena bunga lebih murah.

“Sekarang hanya rupiah yang diwajibkan, dan suku bunga untuk rupiah kan cukup tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, iklim investasi properti Asia Pasifik naik dipicu mudahnya akses kredit bagi investor. Faktor lainnya yaitu pemulihan ekonomi yang solid dan banyaknya prospek aset properti yang baik.

Hal yang menghambat adalah infrastruktur yang kurang dan regulasi. Pihak asing merasa menjadi korban utama karena sulit memiliki properti di Indonesia. Hal ini membuat pertumbuhan properti tidak signifikan. “Oleh karena beberapa hal ini lah, maka pihak asing lebih memilih membangun kantornya di Singapura,” ujarnya. (art)

• VIVAnews
<!– –>

 
 
Nama

Email

Komentar

 
0246c securimage show Suku Bunga Tinggi, Investasi Properti Lamban
 
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
 

 

 
*Jika anda member Vivanews, silahkan 

atau  

Article source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/226039-bunga-tinggi--investasi-properti-seret

share save 171 16 Suku Bunga Tinggi, Investasi Properti Lamban

Related posts:

  1. Euro Jatuh Setelah Trichet Pertahankan Suku Bunga
  2. Iklan Properti Online Indonesia Capai Rp850 M
  3. Asing Beli Dollar, Rupiah Melemah
  4. Dubes : Pengusaha Malaysia Ingin Investasi ke Indonesia
  5. Anggota DPR : Inflasi Tahunan Masih Tinggi