TANJUNG, KOMPAS.com – Tender pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU 2X1.000 mega watt di Jawa Tengah, sudah ada penawar paling pantas atau qualified bidder, namun pelaksanaan proyek ini masih mengambang. Proyek senilai 3,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 30 triliun ini masih menunggu kesepakatan keuangan akhir atau financial clossing pada Korsorsium PT Adaro Energy-JPower-Itochu.

4516d avw Pembiayaan Proyek PLTU Jateng Belum Jelas

“Tunggu tanggal 17 Juni 2011. Itu adalah masa pengumuman hasil masa sanggah dan penilaian keuangan atas penawar yang paling pantas,” ujar Sekretaris Korporasi PT Adaro Energy Devindra Ratzarwin di Tanjung, Kalimantan Selatan, Selasa (31/5/2011).

Sementara itu, Direktur Energi Primer PLN Nurpamudji mengatakan, pelaksanaan proyek ini biasanya butuh waktu tiga tahun, terhitung sejak financial clossing. Adapun financial clossing sangat tergantung pada penawar terpilih.  “Kalau mereka (penawar terbaik dalam tender) sudah mendapatkan sumber pendanaan, maka proyek itu bisa kita mulai,” katanya.

Korsorsium Adaro dan dua perusahaan asal Jepang, J-Power dan Itochu, ini menyisihkan tiga peserta tender lain pada tahapan pembukaan penawaran harga. Ketiga peserta tender yang tergeser itu adalah Corporation, China Shenhua Energy Company Limited, dan Konsorsium CNTI C-Guangdong-Yudean.

Dalam siaran persnya pada 25 Mei 2011, Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan menyebutkan, korsorsium Adaro menjadi penawar terbaik karena memberikan harga penawaran 5,79 dollar Amerika Serikat. Meski demikian, penetapan korsorsium Adaro sebagai pemenang lelang masih menunggu selesainya masa sanggahan dari peserta lain serta menunggu pemeriksaan terhadap angka-angka pendukung harga penawaran tersebut.

Tender ini awalnya diikuti oleh belasan perusahaan internasional yang pada akhirnya hanya menyisakan tujuh perusahaan yang memenuhi syarat, tiga dari perusahaan Jepang, tiga perusahaan China, dan satu perusahaan asal Korea Selatan. Namun saat penutupan tender 29 April 2011, hanya empat perusahaan asing yang memasukkan penawaran, yakni Yudian dan Shenhua (China), Marubeni dan J-Power (Jepang).

Pemerintah Swasta

Proyek pembangunan PLTU di Jawa Tengah ini merupakan proyek kerjasama pemerintah dan swasta (PPP) pertama yang berhasil dilelang. Proyek-proyek PPP lain yang menunggu lelang adalah Bandara, Jalan Tol dan Jalan Kereta Bandara.  proyek ini jadi dilaksanakan, maka PLN memiliki unit PLTU terbesar, yang ukuran satu unitnya mencapai 1.000 MW. Sebelumnya, PLTU terbesar milik PLN adalah Tanjung Jati dan Paiton, yakni 660 MW.

Proyek ini juga sangat bersejarah karena inilah proyek pertama di Indonesia yang menggunakan ultra super critical. Di Jepang dan Tiongkok memang sudah agak lama diterapkan teknologi yang sangat effisien dan ramah lingkungan ini, namun untuk Indonesia baru kali ini diadakan.

Awalnya, PLN memperkirakan harga dasar penjualan adalah 6,5 dollar AS per kwh. Namun, harga penetapan sendiri (HPS) pada lelang tersebut ditetapkan lebih tinggi, yakni 7,1 dollar AS per kwh. Dengan harga tersebut maka asumsi bahwa semakin besar sebuah unit PLTU menjadi kian murah.



221e1 ico share001 Pembiayaan Proyek PLTU Jateng Belum Jelas
c0722 ico email001 Pembiayaan Proyek PLTU Jateng Belum Jelas
ee606 ico print001 Pembiayaan Proyek PLTU Jateng Belum Jelas

Article source: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2011/06/01/08225843/Pembiayaan.Proyek.PLTU.Jateng.Belum.Jelas.

Related posts:

  1. J-Power Menang Tender PLTU Jateng
  2. J-Power Menang Tender PLTU Jateng
  3. 16 Proyek MP3EI Dimulai 2011
  4. Sukuk Proyek Harus Jadi Prioritas
  5. Indonesia Masih Butuh Pasokan Pembiayaan