BANDA ACEH, KOMPAS.com - Juru Bicara Partai Aceh, Fachrul Razi, mengatakan, pihaknya menyerahkan kasus penangkapan sejumlah orang yang diduga terkait dengan temuan lima bom pipa di Lhong, Aceh Besar, sepenuhnya kepada kepolisian. Mengenai US, SL, dan DG, yang merupakan anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh (PA), Fachrul Razi menolak berkomentar.

4faad quote 1 Partai Aceh: Jangan Giring Bom Pipa ke Politik
4faad quote 1 Partai Aceh: Jangan Giring Bom Pipa ke Politik

“Jangan giring ini ke masalah politik. Kita tunggu saja hasil penyelidikan polisi. Kami percaya kepada aparat kepolisian. Taati azas praduga tak bersalah. Jadi sementara ini kami no comment,” kata Fachrul saat dihubungi, Senin (12/3/2012).

Terpisah, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Pase, Aceh Utara, Tgk Zulkarnaini bin Hamzah, mengakui bahwa tiga orang yang ditangkap di Aceh Utara tersebut adalah mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka. Ketiganya juga anggota KPA dan Partai Aceh. Namun, Zulkarnaini menolak memberikan komentar lebih perihal penangkapan itu.  

Iya, mereka itu anggota saya. Tapi untuk masalah PA hubungi Fachrul Razi (Juru Bicara PA), kalau masalah dengan KPA tolong hubungi Muchlis Abee (Juru Bicara KPA), elaknya.

Kepolisian Daerah Aceh menyita lima bom pipa dan menangkap enam orang warga Aceh yang diduga terkait dengan temuan bom jenis rakitan tersebut. Kepala Polda Aceh Inspektur Jenderal Iskandar Hasan, Senin, mengungkapkan, lima bom rakitan tersebut di dalamnya berisi bahan-bahan peledak kategori low explosive yang berbahaya. Kalau kami rumuskan dalam teorinya, ini adalah bom rakitan. Dalam bom itu ada beberapa barang, benda , kalau meledak mengenai sasaran. Sasarannya bisa manusia maupun benda-benda lainnya, kata dia.

Bom rakitan itu dirakit di dalam tabung pipa sepanjang 60 centimeter, dengan diameter 15 centimeter. Komposisi di dalamnya di antaranya bubuk mesiu dan partikel-partikel lain, yang dilengkapi dengan pengapian, serta rangkaian kabel. Artinya, secara hukum, definisi bahan peledaknya sudah masuk kategori bahan peledak yang membahayakan ujar Iskandar.

Enam orang yang ditangkap tersebut masing-masing berisinial KM, MNS, RM, US, SL, dan DG. Mereka ditangkap di dua tempat yang berbeda. MNS, RM, KM ditangkap di jalan raya wilayah Desa Gampong, Meunasah Lhok, Kecamatan Lhong, Aceh Besar pada Sabtu (10/3) dini hari sekitar pukul 02.00. Ketiga orang itu ditangkap sewaktu mengendarai mobil Daihatsu Terios yang mengangkut bahan-bahan peledak tadi. Mobil tersebut meluncur ke arah barat, kata Iskandar.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 02.30, di tempat berbeda, yaitu di Aceh Utara, polisi meringkus US, SL, dan DG. Ketiganya bersembunyi di rumah persembunyian mereka di Aceh Utara.

Iskandar menolak menyebutkan di institusi atau organisasi apa orang-orang yang ditangkap tersebut bernaung. “Saya tidak bisa menyebutkan darimana pelakunya. Yang jelas pelakunya saudara saya juga yang dari Aceh, titik, saudara saya,” tegas dia. 

 

 



73580 ico share001 Partai Aceh: Jangan Giring Bom Pipa ke Politik
98de8 ico email001 Partai Aceh: Jangan Giring Bom Pipa ke Politik
98de8 ico print001 Partai Aceh: Jangan Giring Bom Pipa ke Politik


Article source: http://regional.kompas.com/read/xml/2012/03/12/19004435/Partai.Aceh.Jangan.Giring.Bom.Pipa.ke.Politik..