f2bda 67801 ir ciputra 300 225 Kisah Ciputra Bangun Proyek di Kuningan

<!– –>

VIVAnews – Ciputra adalah salah satu pengusaha properti terbesar di tanah air. Bisnis propertinya menjamur di sejumlah kota. Dari Jakarta, Surabaya hingga Sulawesi Utara. Dari perumahan hingga gedung menjulang, perkantoran hingga pusat perbelanjaan. Tak lengkap rasanya membicarakan bisnis properti jika tidak membicarakan Ciputra.

Dan kini Ciputra yang berkibar dengan bendera Group Ciputra itu sedang membangun sebuah kawasan pusat perbelanjaan di kawasan Segitiga Emas, Kuningan, Jakarta Selatan. Lewat anak usahanya, PT Ciputra Property Tbk, mereka mengembangkan megaproyek di kawasan itu.

Secara berturut-turut mereka membangun Ciputra World I, Ciputra Wolrd II dan Ciputra World III. Semua proyek itu kini ditangani oleh putra Ciputra sendiri yang bernama Candra Ciputra. Pak Ci –begitu sapaan akrab sang ayah–¬† memang¬† memiliki visi dan misi yang lebih jauh dari sekedar membangun megaproyek.

Dalam sambutan pada acara Topping off Ciputra World tahap I yang digelar hari ini, Selasa 24 April 2012 di Marketing Galery, Ciputra berkisah panjang lebar tentang bagaimana dia semenjak awal merencanakan pembangunan di kawasan Casablanca itu.

“Kira-kira 15 tahun lalu, kami merintis proyek ini. Waktu itu, kami punya cita-cita bahwa Jakarta harus punya satu shopping street yang berisi tempat belanja dan lainnya,” kata kisah Ciputra.

Yang diusulkan itu adalah jalan besar yang bisa menjadi icon Jakarta. Jalan ini, nantinya akan banyak didatangi turis-turis, baik turis mancanegara maupun domestik. Jalan khusus seperti ini sudah umum di banyak kota besar. Misalnya, kata Pak Ci, di Tokyo ada jalan Harajuku, di Mesir ada Giza, dan di Singapura ada Orchard Road.

“Selalu ada jalan yang jadi tempat untuk turis. Waktu itu, saya usul ke Pemda DKI untuk Jalan Satrio jadi jalan wisata. Saya bersyukur diterima oleh Pemda, oleh Fauzi Bowo,” ungkapnya. Saat ini, kawasan jalan Satrio sedang dalam tahap pembangunan jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang yang diperkirakan akan selesai di awal 2013.

Dalam kata sambutan itu, Pak Ci juga berkisah bagaimana awal mula dia membeli tanah di kawasan Kuningan itu. Tanah-tanah itu sudah lama dibeli. Tapi lantaran krisis moneter tahun 1998 membenam ekonomi Indonesia, semua perusahaan milik Pak Ci juga terkena dampak krisis. Jadilah pembangunan sejumlah proyek itu tertunda lantaran kesulitan keuangan.

Tapi kini semua proyek-proyek itu bisa berjalan lagi. Di kawasan Casablanca Kuningan, katanya, dia membangun tiga proyek yaitu Ciputra World (CW) I, II, dan III. Di situ akan ada pusat perbelanjaan, kondominium, perkantoran, hotel dan lainnya. Di Ciputra World I akan ada Bank DBS Indonesia dan hotel.

Menurutnya, masing-masing proyek harus mempunyai tema yang unik. Di CW I, temanya adalah seni. Tema itu diinspirasi dari kebiasan Pak Ci mengkoleksi lukisan-lukisan. Salah satu lukisan yang banyak dikoleksi adalah lukisan karya Hendra Gunawan. Sudah dikoleksi selama 40 tahun.

“Saya koleksi 100 buah, tiba-tiba dia jadi terkenal, ada lukisan besar 2×5 meter, tentang Pangeran Diponegoro. Satu waktu dipamerkan, tetapi saya takut jangan sampai kebakaran dan dicuri, saya simpan dengan baik. Jadi, nanti di CW I akan ada museum, art galeri, art show, theater, semuanya unik,” tuturnya.

Kemudian, di CW II, terdapat enam menara atau tower. Yang menjadi ciri khas atau keunikannya adalah shopping mall, cafe dan resto berbentuk cincin dan di tengahnya ada taman. Lalu, di CW III, yang unik tidak hanya untuk komersial tetapi juga macam-macam fungsi seperti untuk eksisbisi, konferensi, pertunjukan, auditorium, dan ruang serbaguna.

“Orang setuju atau tidak, mal akan tetap ada tapi harus memenuhi 5E yaitu enterpreneur, entertainment, estetis, edukasi, dan efektif,” kata dia.

<!– –>

<!– debugging

–>


e98bd default avatar 32x32 Kisah Ciputra Bangun Proyek di Kuningan
aguspurnama10


24/04/2012

‘+
”+
 Kisah Ciputra Bangun Proyek di Kuningan‘+
”+
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.‘+
”+
”+
”+

);
clicked++;
$(“[id^=replyButton_]*”).click(function(){
var captchaCode = $(“[id^=captcha_code_]*”).val();
var textReply = $(“[id^=comment_2_]*”).val();

if(captchaCode!=” textReply!=”){
$(‘#replyAlert_’ + divId).html(

);
$(‘#replyBox_’ + divId).remove();
var type_ = ‘article’;
$.ajax({
type: “POST”,
url: “/comment/insertReply/”,
data: “captcha_code=” + captchaCode + “comment_reply=” + textReply + “parent_id=” + divId +
“article_id=” + articleId + “type=”+ type_,
success: function(msg){
$(‘#replyContent_’ + divId).remove();
$(‘#replyAlert_’ + divId).html(msg);
}
});
}else{
$(‘#replyBox_’ + divId).html(

);
}
});
if(clicked==1){
$(“[id^=replyLink_]*”).click(function(){
$(‘#replyBox_’ + divId).hide();
});
}
});
}

function report(username,idComment){
var captchaRefresh = Math.floor(Math.random() * 999999999);
var senderUser = ”;
var location = window.location;
var str = ‘Anda, ‘+senderUser +’, melaporkan penyalahgunaan untuk ID : ‘ +username+’
dengan URL artikel : ‘+ location +”;
str += ”;
str += ”;
str += ”;
str += ‘Masukan karakter alfa numerik di bawah pada text box yang tersedia. Kisah Ciputra Bangun Proyek di Kuningan‘;
str += ”;
str += ‘Terima kasih telah mengirimkan laporan. Kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran data yang Anda isi. Data ini tidak akan dimunculkan ke publik, namun hanya sebagai data yang akan digunakan untuk memeriksa dan menindak lanjuti permasalahan sesuai topik yang anda kirimkan.

‘;

jqistates = {
state0: {
html: str,
buttons:{Submit:true, Cancel:false},
submit: function(v,m,f){
var flag = true;
var e = “”;
var email_status = false;
m.find(‘.errorBlock’).hide(‘fast’,function(){ jQuery(this).remove(); });
if(v){
// validasi
if(jQuery.trim(f.id_email)!=”"){
var emailRegEx = /^[A-Z0-9._%+-]+@[A-Z0-9.-]+.[A-Z]{2,4}$/i;
if (f.id_email.search(emailRegEx) == 0) email_status = true;
}

if(email_status == false){e += “E-mail tidak boleh kosong / format email salah
“;}
if(f.id_problem == 0){e += “Pilih topik permasalahan anda
“;}
if(jQuery.trim(f.id_keterangan)==”"){e += “Silakan isi keterangan
“;}
if(jQuery.trim(f.id_captcha_image)==”"){e += “Masukkan captcha
“;}

if(e==”"){
$.ajax({
type : “POST”,
url : “/comment/report_abuse/”,
data : “captcha_code=” + f.id_captcha_image + “idComment=”+ idComment + “topik_masalah=” + f.id_problem + “keterangan=” + f.id_keterangan +
“id_pelapor=” + senderUser + “location=”+ escape(location) + “email_pelapor=” + f.id_email + “id_terlapor=” + username,
success : function(msg){
$.prompt.close()
jQuery.prompt(msg);
}
});
//jQuery.prompt.goToState(‘state1′);
}else{
// do noticement failure
jQuery(”).prependTo(m).show(‘slow’);
}
return false;
}
}
},
state1: {
html: ‘

Permintaan anda akan segera di proses.
Terima Kasih atas partisipasi anda

‘,
focus: 1,
buttons: {Ok: true },
submit: function(v,m){
if(v)return true;
}
}
};
$.prompt(jqistates);
}

Article source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/307135-kisah-ir-ciputra-bangun-proyek-di-kuningan