China: Devisa Tidak untuk Selamatkan Eropa

<!– –>

VIVAnews – China menolak menggunakan cadangan devisanya demi menyelamatkan banyak negara, termasuk Eropa, dari krisis ekonomi. 

Wakil Menteri Luar Negeri China, Fu Ying, menegaskan bahwa sungguh mustahil merelakan devisanya yang berjumlah US$3,2 triliun untuk menyokong ekonomi negara-negara yang terdampak krisis. 

“Tak ada alasan yang kuat yang menyatakan bahwa China harus menyelamatkan Eropa. Cadangan devisa bukan dipakai untuk kepentingan itu,” ujarnya, seperti dikutip dari laman Wall Street Journal

Namun, ia tetap menekankan bahwa China akan tetap mendukung upaya dunia dalam menyokong ekonomi Eropa yang kian morat-marit. 

Dalam pernyataan lain, ia tak ingin melihat adanya politisasi atas penanaman modal China di negeri-negeri Eropa. 

Di saat yang sama, Eropa seharusnya menunjukkan ketulusannya dalam menyikapi masalah-masalah yang menghambat kelanjutan hubungan antara China serta Eropa. Terutama, tambahnya, hal-ihwal embargo ekspor senjata yang dikenakan atas Negeri Tirai Bambu itu serta pengakuan status ekonomi pasar. 

Departemen Perdagangan China mengungkap bahwa sejauh ini jumlah negara yang mengakui status ekonomi pasar negeri itu telah mencapai 81 negara, termasuk Rusia, Brazil, Selandia Baru, Swiss, dan Australia. Namun, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang, tak termasuk di antaranya. (umi)

 

• VIVAnews
<!– –>

<!– debugging

–>


85670 default avatar 32x32 China: Devisa Tidak untuk Selamatkan Eropa
cla10xboy


03/12/2011


85670 default avatar 32x32 China: Devisa Tidak untuk Selamatkan Eropa
sibarakaduk


03/12/2011


85670 default avatar 32x32 China: Devisa Tidak untuk Selamatkan Eropa
daher


03/12/2011

‘+
”+
 China: Devisa Tidak untuk Selamatkan Eropa‘+
”+
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.‘+
”+
”+
”+

);
clicked++;
$(“[id^=replyButton_]*”).click(function(){
var captchaCode = $(“[id^=captcha_code_]*”).val();
var textReply = $(“[id^=comment_2_]*”).val();

if(captchaCode!=” textReply!=”){
$(‘#replyAlert_’ + divId).html(

);
$(‘#replyBox_’ + divId).remove();
var type_ = ‘article’;
$.ajax({
type: “POST”,
url: “/comment/insertReply/”,
data: “captcha_code=” + captchaCode + “comment_reply=” + textReply + “parent_id=” + divId +
“article_id=” + articleId + “type=”+ type_,
success: function(msg){
$(‘#replyContent_’ + divId).remove();
$(‘#replyAlert_’ + divId).html(msg);
}
});
}else{
$(‘#replyBox_’ + divId).html(

);
}
});
if(clicked==1){
$(“[id^=replyLink_]*”).click(function(){
$(‘#replyBox_’ + divId).hide();
});
}
});
}

function report(username,idComment){
var captchaRefresh = Math.floor(Math.random() * 999999999);
var senderUser = ”;
var location = window.location;
var str = ‘Anda, ‘+senderUser +’, melaporkan penyalahgunaan untuk ID : ‘ +username+’
dengan URL artikel : ‘+ location +”;
str += ”;
str += ”;
str += ”;
str += ‘Masukan karakter alfa numerik di bawah pada text box yang tersedia. China: Devisa Tidak untuk Selamatkan Eropa‘;
str += ”;
str += ‘Terima kasih telah mengirimkan laporan. Kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran data yang Anda isi. Data ini tidak akan dimunculkan ke publik, namun hanya sebagai data yang akan digunakan untuk memeriksa dan menindak lanjuti permasalahan sesuai topik yang anda kirimkan.

‘;

jqistates = {
state0: {
html: str,
buttons:{Submit:true, Cancel:false},
submit: function(v,m,f){
var flag = true;
var e = “”;
var email_status = false;
m.find(‘.errorBlock’).hide(‘fast’,function(){ jQuery(this).remove(); });
if(v){
// validasi
if(jQuery.trim(f.id_email)!=”"){
var emailRegEx = /^[A-Z0-9._%+-]+@[A-Z0-9.-]+.[A-Z]{2,4}$/i;
if (f.id_email.search(emailRegEx) == 0) email_status = true;
}

if(email_status == false){e += “E-mail tidak boleh kosong / format email salah
“;}
if(f.id_problem == 0){e += “Pilih topik permasalahan anda
“;}
if(jQuery.trim(f.id_keterangan)==”"){e += “Silakan isi keterangan
“;}
if(jQuery.trim(f.id_captcha_image)==”"){e += “Masukkan captcha
“;}

if(e==”"){
$.ajax({
type : “POST”,
url : “/comment/report_abuse/”,
data : “captcha_code=” + f.id_captcha_image + “idComment=”+ idComment + “topik_masalah=” + f.id_problem + “keterangan=” + f.id_keterangan +
“id_pelapor=” + senderUser + “location=”+ escape(location) + “email_pelapor=” + f.id_email + “id_terlapor=” + username,
success : function(msg){
$.prompt.close()
jQuery.prompt(msg);
}
});
//jQuery.prompt.goToState(‘state1′);
}else{
// do noticement failure
jQuery(”).prependTo(m).show(‘slow’);
}
return false;
}
}
},
state1: {
html: ‘

Permintaan anda akan segera di proses.
Terima Kasih atas partisipasi anda

‘,
focus: 1,
buttons: {Ok: true },
submit: function(v,m){
if(v)return true;
}
}
};
$.prompt(jqistates);
}

Article source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/269301-china--devisa-tak-untuk-talangi-eropa

Related posts:

  1. BI: Cadangan Devisa Bisa Tembus US$120 Miliar
  2. Separuh DAU Daerah Habis Untuk Gaji PNS
  3. 70% Pendapatan Sumbar Habis untuk Gaji PNS
  4. BPS: Sulit Sediakan Lapangan Kerja untuk TKW
  5. RI Tak Lagi Minati Perdagangan Bebas