<!–

–>
Jakarta
Hanya memiliki 26 kursi di DPR membuat Fraksi Gerindra kesulitan mengatur anggotanya hadir dalam setiap rapat alat kelengkapan Dewan.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani menjelaskan fraksinya berkomitmen untuk bekerja optimal di Senayan melalui kedisiplinan hadir dalam rapat yang diadakan.

Namun karena jumlah anggota yang sedikit, hal ini memaksa anggota fraksinya merangkap tugas di sejumlah alat kelengkapan Dewan.

“Anggota kami merangkap di komisi, pansus, panja ini panja itu, belum lagi merangkap di BURT, Baleg. Satu hari rapat bisa 3-4 yang berbeda, ada rapat komisi pansus, alat kelengkapan lain,” tutur Muzani kepada detikcom, Jumat (9/3/2012).

Dengan agenda rapat bersamaan, maka anggota lanjut Muzani kesulitan membagi prioritas. “Satu orang bisa punya banyak agenda bersamaan. Dari sisi itu tidak efektif, jadi sering kosong di komisi,” tandasnya.

Kendati begitu, fraksi kata Muzani meminta anggotanya memprioritaskan agenda rapat yang pembahasannya terbilang penting. “Kami minta kalau tidak terlalu penting kami melarang anggota meninggalkan sidang. Kalau meninggalkan sidang, tenaga ahli harus hadir, agar anggota tidak kehilangan orientasi pembahasan,” jelas dia.

Selain itu fraksi mengingatkan agar anggotanya menyadari tugasnya sebagai wakil rakyat di DPR. “Mereka harus kerja sebagai amanah rakyat, minimal datang menghadiri rapat. Kita mengingatkan anggota sudah sering supaya mereka enggak bolos,” pungkasnya.

Anggota DPR yang rajin bolos menjadi sorotan lagi belakangan ini. Apalagi raker di Komisi III pada Kamis kemarin yang hanya dihadiri 12 orang (raker dengan Kejagung), 8 orang (dengan Kapolri) dan 4 orang (dengan PPTAK). Hal ini terjadi karena 51 anggota Komisi Hukum tersebut sebagian ada yang membahas RUU Keamanan Nasional (Kamnas) dan sebagian lagi mengikuti studi banding RUU KPK di Prancis.

(fdn/nrl)

Article source: http://news.detik.com/read/2012/03/09/121541/1862505/10/anggota-rangkap-tugas-gerindra-akui-sulit-absen-penuh-di-rapat-dpr