TANJUNG, KOMPAS.Com – PT Adaro Energy membutuhkan lahan reklamasi tambang atau lahan yang tidak produktif untuk ditanami pohon jarak pagar.

7c2c5 avw Adaro Butuh Lahan Jarak 4.000 Hektar

Tanaman ini dibutuhkan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar minyak nabati, yang digunakan untuk menggerakan kendaraan operasional di tambang batu bara yang mereka kelola di kawasan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Direktur Pemasaran dan Support, Komatsu Limited (produsen alat berat asa Jepang) di Indonesia, Chikaya Sakai, mengungkapkan hal itu di Tanjung, Tabalong, Selasa (31/5/2011). Ia menjelaskan tentang perkembangan proyek Pengembangan Bahan Bakar Minyak Jarak di area tambang batu bara yang dikelola PT Adaro Indonesia, anak usaha PT Adaro Energy.

Menurut Sakai, hingga saat ini, area tanam jarak yang sudah ada baru 50 hektar. Padahal kebutuhan lahannya mencapai 4.000 hektar. “Masalahnya, kami hanya dapat mengembangkan lahan sendiri untuk ditanami jarak di atas lahan reklamasi tambang seluas 400 per tahun. Jadi kebutuhan lahannya masih banyak,” ujarnya.

Lahan tanam seluas 4.000 hektar itu diperlukan untuk mengejar target produksi bahan bakar minyak jarak sebanyak 8.000 ton per tahun pada 2012.



0a796 ico share001 Adaro Butuh Lahan Jarak 4.000 Hektar
aaac0 ico email001 Adaro Butuh Lahan Jarak 4.000 Hektar
d0152 ico print001 Adaro Butuh Lahan Jarak 4.000 Hektar

Article source: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2011/05/31/21214760/Adaro.Butuh.Lahan.Jarak.4.000.Hektar

Related posts:

  1. Pemerintah Siapkan Kebijakan Paling Objektif
  2. Kalsel Tuntut Subsidi Solar Dicabut
  3. 2012, Nelayan Butuh 1,8 Juta KL Solar
  4. Tender Bersamaan dengan Pembebasan Lahan
  5. Sejumlah Investasi Sedang Disiapkan