REPUBLIKA.CO.ID,Omar Khadr tak lagi harus mendekam di Penjara Guantanamo, Kuba. Ia akhirnya meninggalkan penjara yang dioperasikan militer Amerika Serikat (AS) itu. Tahanan termuda ini akan menjalani sisa masa hukuman di tempat kelahirannya, Kanada. Sebuah pesawat militer membawa terbang Khadr, tahanan terakhir yang berasal dari Barat, ke Kanada pada Sabtu pagi.

Ia tiba di pangkalan udara Trenton, Ontario, kemudian dilarikan ke penjara berkeamanan maksimum, Millhaven. John Norris, salah satu pengacara Khadr, menirukan pernyataan kliennya yang mengungkapkan, sulit membayangkan akhirnya ini terjadi. “Kesehatan jiwanya bagus. Dia sangat bahagia kembali ke rumah,” jelas Norris.

Terdamparnya Khadr di Guantanamo bermula dari penangkapannya di Afghanistan pada 2002 saat usianya baru 15 tahun. Saat itu, ia bertempur bersama Alqaidah. Ia akhirnya diadili di pengadilan kejahatan perang AS di Guantanamo. Serangkaian tuduhan dialamatkan kepadanya, di antaranya, membunuh Christopher Speer, petugas medis tentara AS, dengan granat pada 2002.

Ia juga berkonspirasi dengan Alqaidah melakukan tindakan teroris, membuat bom jalan untuk pasukan AS di Afghanistan, memata-matai konvoi militer, dan menyediakan dukungan material pada terorisme. Ia merupakan orang pertama sejak Perang Dunia II yang diproses di pengadilan kejahatan perang dan kemudian dinyatakan bersalah.

Menurut BBC, Khadr dijatuhi hukuman hingga 40 tahun penjara oleh pengadilan kejahatan perang pada 2010. Tapi, sebagai bagian dari kesepakatan, hukuman tersebut hanya dibatasi hingga delapan tahun. Di bawah kesepakatan itu, ia dimungkinkan kembali ke Kanada pada Oktober. Menteri Keamanan Publik Kanada Vic Toews mengatakan, pihaknya menerima aplikasi pemindahan pada 13 April 2012.

Pemerintah AS meyakinkan, Kanada akan segera menerima salinan rekaman video wawancara dengan Khadr, tetapi rekaman wawancara serta laporan-laporan lain yang tak diedit hingga bulan ini belum diterima. Penahanan Khadr, kini berusia 26 tahun, di Guantanamo menjadi bahan perdebatan di Kanada. Sejumlah kalangan menyatakan, dia hanyalah tentara anak-anak tak berdosa.

Dia sekadar mengikuti perintah dan berlaku radikal karena keluarganya merupakan bagian dalam lingkaran pemimpin Alqaidah Usamah bin Ladin. Bagi kelompok HAM dan oposisi, Khadr hanyalah bocah 15 tahun saat ditahan sehingga berdasarkan hukum internasional, Kanada berkewajiban merehabilitasi dan memberikan layanan konseling terlepas dari tuduhan kejahatan yang dialamatkan padanya.

Mayoritas warga Kanada mendukung kampanye merepatriasi Khadr. Toews mengatakan, Khadr memiliki kaitan pandangan dengan ayahnya, Ahmed Khadr, yang meninggal pada 2003. Ia juga mengkhawatirkan radikalisasi pada Khadr ketika berada di Afghanistan, Pakistan, dan Guantanamo. “Dia dikenal sebagai pendukung Alqaidah dan dihukum sebagai teroris.”

Direktur Eksekutif Amnesty International Suzzane Nossel mengatakan, pemindahan Khadr ke Kanada dari Guantanamo merupakan sebuah kemajuan. Meski demikian, ia tetap mendesak agar Guantanamo secepatnya ditutup. “Pemerintah Kanada juga mestinya menyelidiki kemungkinan penyiksaan pada Khadr selama di penjara,” katanya. Kini, masih ada 166 tahanan di Guantanamo.

Article source: http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/09/30/mb62ik-tahanan-termuda-guantanamo-dipindahkan